« オーバーチュアが新スポンサードサーチ情報サイトを公開 | HOME | インターネットを使ったメルセデスベンツのブランディング »
2007. 03. 22
GoogleがPPA広告サービスのテスト開始。市場へ与えるインパクトは?

Googleは米国時間3月20日、消費者が実際に購入したり、メールマガジンへ登録したりなど、あらかじめ設定した行動を起こした場合のみ、広告主への支払いが生じる新しいペイパーアクション:PPA(成果報酬型)広告プログラムの限定テストを開始すると発表しました。
現在、Googleが提供しているAdwords広告は、検索連動型広告および個人ブログや企業サイトなどのGoogleコンテンツネットワークサイトへ掲載される広告で、これらはコストパークリック:CPC(クリック単価型)広告と呼ばれています。
また、CPC広告は現在も非常に高い推移で市場拡大している分野ではありますが、広告をクリックして不正に収入を得ることができたり、競合他社の広告コストを増加させたりすることができるという点、またGoogle自身も、クリック詐欺が増えれば収益が増加するという点で問題を内包しています。
そういう経緯から、PPA広告というのが出てきたと考えてよさそうです。
しかし、このPPA広告、広告を見た人がクリックして、サイトへ飛び、そこから物を購入したり、資料請求を行ったり、メールマガジンへ登録された場合に広告を表示していたサイト運営者へ広告料が還元されるということですから、以前から存在するアフィリエイト広告そのものです。
日本で有名なアフィリエイトサービスといえば、バリューコマースやA8.netなどがありますが、これらはGoogleがPPA広告を日本でもスタートするとどのような影響を受けるのでしょうか?
まず、Googleの持つネットワークの大きさを考えると、既存アフィリエイトシステムはかなり困難な立場に追いやられそうです。
広告主はやはりネットワークの大きさからGoogleのサービスを選ぶのではないかと思います。
当然、アフィリエイトシステムの提供および成果報酬価格は値崩れを起こすでしょう。
しかし、それは値崩れといっても市場に最適化した価格で安定するということです。
GoogleAdwordsをはじめとする自動化されたCPCなどのインターネット広告のすごさというのは、「市場が最適な広告料金を決める」という点であると私は評価しています。
話がそれましたが、GoogleがPPA広告を行うとすれば、これに追従してくると思われるのがオーバーチュアです。
オーバーチュアも若干システムは違いますが、すでにコンバージョンカウンターを備えています。
オーバーチュアのコンバージョンカウンターでは以下のことが可能です。
・コンバージョン、コンバージョン率およびCPC(1コンバージョンあたりのコスト)を測定
・キーワード、カテゴリ、アカウントレベルでコンバージョンをトラッキング
・すべての検索方式およびコンテンツマッチにおけるコンバージョンをトラッキング
・コンバージョンデータの分類(日別、週別、月別)
つまり、コンバージョンが発生したとき、課金するだけですから、オーバーチュアもすぐにPPA広告をスタートさせることができる環境にあると考えられます。
GoogleによるPPA広告プログラムの限定テストは、これから1、2年間のインターネット広告市場にとって大きなインパクトとなることは間違いなさそうです。
■参考サイト
・GoogleAdwords:Pay-Per-Action (beta)
http://services.google.com/payperaction/
・グーグル、ペイパーアクション型広告サービスのテストを開始--ブロガーの反応は~CNET Japan
http://japan.cnet.com/news/media/story/0,2000056023,20345572,00.htm
・Googleの新しいPPA広告サービスを吟味する~TechCrunch Japanese
http://jp.techcrunch.com/archives/digesting-googles-new-ppa-advertising-product/
Posted by keiju 2007年03月22日 14:32
categories: インターネットビジネス
Social Bookmarks
TrackBacks
このエントリーのトラックバックURL :
http://www.kubokeiju.com/mt/mt-tb.cgi/86
このエントリーへのトラックバック :
>> 米Google成果報酬型広告テストスタート [ニュースブログ]
米Googleは3月20日、「Pay-Per-Action(PPA)広告」のテストを開始したと発表しました。 GoogleはこれまでCPC(クリック...
2007年03月22日 21:57
Comments
Halo,
Sekitar 4-8 taon lalu, saya punya teman menjual barang kongsian kepada seorang penipu.
Tapi barangnya tidak dibayar.
Penipu tersebut menggunakan nama Yudi Kurniawan (mungkin bukan nama asli, maaf kalo ada yang namanya sama).
http://img714.imageshack.us/img714/3682/yudi021.jpg
Ternyata sudah banyak orang yang menjadi korban. Mereka juga menjual barang dengan kongsian dan tidak dibayar.
Kerugian teman saya sekitar 35 juta. Teman dari teman saya juga rugi sekitar 30 juta.
Lalu kita dikirimi cek. Tapi cek itu ada tanggal mundurnya. Sudah gitu ceknya bukan atas nama dia.
Sesudah itu tilpon tidak dijawab kembali.
Ada yang memberi info kalo salah satu korbannya mengambil barang yang memang tidak dibayar. Eh, korbannya malah yang ditangkep polisi. Katanya mencuri. Padahal itu kan barang dia. Semua juga udah tau ini orang nipu nggak bakal bayar.
Saya dapat kabar dari korban lain kalo si Yudi Kurniawan ini ternyata memang sengaja menjual barang jauh dibawah harga pasar lalu emang nggak bayar. Dia nggak rencana bayar karena dia tahu dia tinggal nyogok polisi biar nggak di penajar.
Jadi modus operandinya kemungkinan besar begini (bisa jadi nggak persis, tapi kira kira):
1. Bilang kalau barang sudah ada yang mau beli dengan harga lebih tinggi (padahal tidak).
2. Korban kirim bayar. Yudi baru cari calon pembeli yang mau beli dengan harga murah.
3. Lalu tentu saja korban tidak dibayar. Uang dipakai untuk bayar pengacara/polisi (atau siapalah) biar nggak dipenjara.
Lalu teman saya iseng. Kita minta orang lain untuk tilpon Yudi. Siapa tau si Yudi emang lagi bangkrut lalu nggak bisa bayar. Kan kasian kalo diteken terus? Eh malah ditawarin lagi bisnis dengan modus operandi yang sama. Cuman kali ini tentu saja kita udah tau dia bakal nipu.
Karena curiga ada yang tidak beres, teman saya pun pergi ke Bali untuk menagih hutang.
Teman saya habis 6 juta lagi buat pergi ke Bali mengusut masalah ini. Kita pake teman kita polisi preman. Di depan polisi preman itu dia ngaku kalo emang dia udah nggak bakal bayar sebelum order. Dia sengaja nggak jawab tilpon karena nggak mau bayar.
Tau tau si Yudinya malah kabur. Katanya mau minjem duit buat bayar. Begitu teman saya balik ke Jakarta, eh dia udah ada lagi di rumahnya.
Jadi waktu diadukan ke kantor polisi nggak pernah teman saya dan Yudi di satu ruangan bersama polisi.
Padahal kalo dia betul nggak nipu dan niat baik, kan dia bisa ngomong baik baik di depan polisi kenyapa dia nggak bayar utang dan itu bukan penipuan. Misalnya ada kecelakaan, dst.
Akhirnya karena nggak ada teman saya di kantor polisi, si Yudi bisa meyakinkan polisi kalo kasusnya bukan penipuan tapi sekedar utang nggak bisa bayar (perdata). Padahal, kalo orang udah ada yang mau beli barang dengan harga lebih tinggi, bisnis gimana bisa rugi coba, kecuali kalo ada penipuan atau kecelakaan yang tidak diduga sebelumnya.
Orang yang nulis cek nggak jelas. Katanya dia ditipu juga ama si Yudi.
Temen saya niat baik tungguin nggak balik balik. Akhirnya kita deal ama polisi. Yang penting ini orang masuk penjara. Barang kita masih sisa ditempatnya Yudi. Ya sono deh barangnya kita bagi dua ama polisi. Tapi polisi bilang kalo ini barang belum bisa disita. Praduga nggak bersalah lah.
Begitu balik ke Jakarta si Yudinya udah ada lagi. Langsung di ciduk ama Kasad. Begitu sore statusnya jadi wajib lapor. Si Yudi itu bohong ama Kasad. Dia sengaja nggak mau dipertemukan dengan saksi korban di depan polisi. Tapi ngakunya cari duit. Padahal kita udah bilang tegas tidak mau damai kecuali semua dibayar lunas. Semua dibayar lunas pun kita nggak mau damai karena sudah rugi jutaan rupiah buat datang ke bali. Tapi kalo dibayar lunas ya kita nggak ada alasan lagi buat nuntut terus dong. Toh nggak mungkin ini.
Bahkan ada pengusaha terkenal di Bali rugi 300 juta. Kebetulan pengusaha itu punya koneksi ke polisi yang pangkatnya lebih tinggi lagi. Akhirnya si Yudi di adili dan dipenjara.
Nah ini yang aneh. Jaksa teman pengusaha yang dirugikan 300 juta itu mau menuntut Yudi dengan pasal kriminal penipuan berpola. Tapi polisi malah bilang "tidak ada korban lain"
Memang sebagian besar korban menerima sebagian dari uang mereka. Ini merubah status dari perdata ke pidana. Jadi bukannya nggak ada korban lain, tapi technically bukan pidana.
Tapi teman saya sudah menolak dengan tegas kesepakatan itu. Teman saya tidak mau damai kok. Paling tidak ada 1 kasus penipuan si Yudi ini yang seharusnya tetap pidana.
Langsung saya bilang ke orang itu kalo korban lain banyak. Teman saya salah satunya. Polisi bilang sudah damai. Padahal BELUM dan TIDAK akan pernah.
Kita diberi tahu apabila kita mau menerima sebagian kecil saja dari pembayaran, kasusnya berubah jadi perdata. Jadi dia merugikan kita 35 juta, lalu kita ditawarkan terima 8 juta misalnya. Karena dendam kita tidak memilih untuk berdamai sedikitpun. Demi keadilan kita ingin sampah ini dipenjara selama mungkin.
Akhirnya Yudi dipenjara karena kasus yang 300 juta itu. Kasus kasus lain nggak effek semua.
Tau nggak berapa bulan? Cuman 1 setengah taon. Padahal dia pasti udah ngabisin duit orang 400 juta sampe 1 miliar.
Tukang becak ngayuh becak bertaon taon nggak jadi 300 juta. Malah becaknya dirampas ama polisi dijadikan rumpon.
Cewek jalan malem malem di razia. Joki three in one ditangkepin. Seat belt diurusin. Tapi begitu orang nipu, polisi kok lamban banget ya?
Kalo ama tukang becak, pornography, wanita pemijat, yang mau sama mau, kok hukum bisa kejem banget? Kok begitu korbannya ada seperti kasus penipuan gini malah susah banget masukin orang kepenjara.
Coba kalo ada orang ke panti pijat. Apa itu orang mau lapor polisi kalo dia "korban" pemijatan plus plus? Tapi ini kasus penipuan, korbannya sampe terbang kebali kok nggak digubris?
Tapi ada kabar gembira. Saya barusan tilpon polisi. Polisi bilang kalo kasus temen saya bisa dibuka lagi. Katanya si Yudi akan dipenjara lebih lama kalo kasusnya pisah pisah. Bagus deh. Saya gembira sekali. Kita lihat saja nanti?
Memang susah disalain kalo polisi nggak mau nangkep maling. Saya punya temen polisi nembakin maling di kepala sampe puluhan. Bukannya dia jadi pahlawan nasional tapi malah dipenjara karena bunuh orang kebanyakan.
Meskipun teman saya sudah bisa menerima kehilangan uang 35 juta. Toh duit tinggal cari lagi. Kita tetap tidak bisa menerima orang jahat untung 35 juta karena kita.
Terus terang, saya berharap kalo sisa barang yang teman saya punya itu disita saja oleh polisi dan uangnya buat polisi yang memenjarakan Yudi. Saya lebih mending gitu dari pada uangnya dinikmati oleh orang yang menipu teman saya.
Pernah suatu waktu saya ke Bali. Saya lihat ada spanduk yang bilang kalo musuh masyarakat yang terbesar itu pelacur, narkoba, dan judi. Saya agak bingung. Soalnya taon sebelumnya Bali di bom. Kok terrorist nggak termasuk "musuh masyarakat" yang terbesar ya? Begitu saya pulang, eh Bali di Bom lagi. Abis mereka bukannya konsentrasi membantai terrorist malah nangkepin orang adu ayam. Daerah lain di Indo malah lebih gawat lagi.
Kalo negara kita sibuk ngurusin bisnis bisnis yang korbannya nggak ada, ya yang korbannya ada seperti terorist dan penipu gini jadi malah nggak dihukum. Ya tambah banyak deh kejadian.
Coba, suku bunga di Amerikan sekarang cuman .3% setaon. Kalo aja bangsa kita bisa dipercaya, pasti banyak dari uang tersebut sudah diinvestasikan di negara ini. Semua orang punya modal dagang, semua untung. Investor untung kita untung. Negara maju.
Tapi suku bunga di Indo tetap saja tinggi. Minjem duit buat modal susah. Kenyapa? Karena resiko penipuan tinggi. Kenyapa tinggi? Karena orang orang seperti Yudi nggak dipenjara. Itu kenyapa negara kita terus saja tertinggal dibanding Malaysia dan Singapore (yang melegalkan judi by the way).
Posted penipuanbahaya :2010年08月31日 14:53
Here is a list of 100k+ thieves and burlgars' conviction records.
For the whole of their life, they'll quite likely never have a job because well, everyone knows their conviction records.
No body will ever get sued for millions of dollars again due to mistakenly hiring one of those vermin. In recession, somebody will be jobless. Doesn't have to be the good guy ;)
You can download it here: http://www16.zippyshare.com/v/92674005/file.html
I am still looking for more places I can freely scan vermin conviction records by the way, please let me know if you know any
Please email intmarkcoach@yahoo.ca if you know where I can scan that so I can keep doing this public service work.
Because these vermin won't get a job, you need to stay away from them because they are dangerous.
When you feel like one is nearby please cock your gun and wait for legal reasons.
Killing those vermins may result in trouble with laws
Not killing them may result in death.
Your call :) So please support more legal means to kill vermin.
This is to avenge my stolen properties 10 years ago by burglar in Madison. I hope all other thief victims do the same thing.
I hope millions of those vermin would get killed due to our acts :D.
Posted thievesconvictionrecord :2010年08月31日 20:26

└